Kamis, 18 Desember 2014

cara perawatan benih larva lele lahan sempit terpal


BUDIDAYA BENIH LELE DENGAN LAHAN SEMPIT

Ikan Lele merupakan salah satu jenis ikan yang mudah dalam hal pemeliharaan dan pem bibit an nya. Hal ini merupakan suatu peluang besar bagi wirausahawan, karena keuntungan dalam usaha ini sangatlah besar sehingga mampu memenuhi target pemasukan yang terus bertambah. Di Yogyakarta, serapan pasar lele relatif meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini sangat berpengaruh terhadap permintaan stok yang terus bertambah, sehingga membutuhkan suatu pasokan tambahan untuk tetap dapat mengisi kebutuhan tersebut. Dengan harga lele yang juga relatif stabil, bisnis inipun terbilang kondusif dari sisi keuntungan. Budidaya pem benih an lele pada lahan sempit ini memungkinkan para pemilik lahan sempit untuk lebih menjamin mutu hasil produksinya. Dengan rata-rata produksi benih per kolamnya 25.000-70.000 ekor, maka dapat dipastikan bahwa usaha ini dapat berkembang cukup baik
bisnis benih lele bisa dilakukan dilahan yang sempit,memanfaatkan lahan tak terpakai disamping rumah (bahasa jawa longkangan),karena untuk pem benih an kepadatan larva lele lebih tinggi.
Larva lele sebanyak 150.000 ekor mampu hidup dengan baik hanya dengan menggunakan luas kolam 200cm x 100cm x 30cm. Budidaya benih lele dengan penggunaan kolam terpal atau fiber semacam ini sangat cocok buat anda yang memiliki tempat yang bisa dibilang sangat sempit, apalagi yang hidup didaerah padat orang-orang berkeliaran.

Metode seperti ini ternyata gak hanya untuk yang berkemampuan terbatas (tempat dan uang). Dalam upaya meningkatkan hasil panen produksi dan untuk meminimalisir risiko gagal atau kematian benih, metode budidaya seperti ini akan digunakan alat pembantu yaitu aerator dan kricikan air.  Aerator adalah mesin pembuat gelembung udara yang fungsinya untuk peningkatan kadar oksigen dalam air.kricikan air berfungsi untuk menambah oksigen dan sedikit  mengalirkan air .
Menggunakan aerator dan kricikan  ini ternyata juga dapat digunakan untuk merangsang peningkatan nafsu makan bibit lele yang masih berumur di bawah 25 – 30 hari. Dengan kata lain bibit lele akan lebih cepat gede dan membesar dibandingkan dengan metode budidaya konvensional yang biasanya. Selain yang disebutkan tadi, ternyata masih ada manfaat lain yaitu waktu dalam pemanenan akan jauh lebih cepat. Dengan menggunakan metode seperti ini, saat bibit atau benih lele berumur 30 – 40 hari, benih lele tadi sudah dapat dipindahkan ke kolam untuk dibesarkan atau pun juga bisa di jual untuk keperluan bisnis bibit lele.
Dengan demikian pekarangan rumah bisa dimanfaatkan jika kita memiliki halaman yang sempit. Ruangan yang tidak terpakai juga bisa digunakan untuk dibuat beberapa kolam seperti kolam penyimpanan induk, kolam pemijahan dan kolam pendederan.
Beberapa peternak hanya memiliki 10 indukan dan luas lahan 30m3 bisa menghidupi keluarganya. Asal penanganan saat pemberian pakan induk yang bergizi dan mengetahui cara pemijahan yang baik produktifitas yang dihasilkan akan maksimal.
Budidaya ikan lele di tempat yang sempit memanfaatkan penggunaan media berupa kolam terpal tau banner dan sejenisnya, selain harganya yang sangat terjangkau, kolam seperti ini juga mudah dalam pembuatannya. Ukuran pembuatan kolam yang digunakan tergolong kecil. Kolam yang digunakan untuk pembesaran dan perkawinan benih lele ukurannya relatif sama, yaitu kurang lebih sebesar 4 x 2 meter, 2 x 4 meter, 3 x 4 meter, dan lain sebagainya sesuai tempat atau lahan yang anda  miliki. Tetapi khusus untuk indukan yang mempunyai ukuran sedikit besar, disarankan kolam perkawinan mempunyai ukuran minimum 3 x 2 meter.

 

HEMAT AIR
Air menjadi sumber penting untuk beternak ikan apa saja. Air untuk pem benih an tidak dibutuhkan terlalu banyak seperti halnya budidaya lele disegmen pembesaran. Hanya saja kualitas air pada kolam pem benih an harus maksimal. Perlu perhatian ekstra terhadap air yang akan digunakan untuk pemijahan hingga benih mencapai ukuran tertentu atau usia benih lebih dari 30 hari atau melewati usia rentan yaitu 30 hari.
air di masukkan ke  penampungan,cara ini bertujuan untuk mengalirkan,memancarkan air di kolam,hal ini untuk selain salah satu mengalirkan/metode pergantian air juga menambah oksigen.
seperti ini sangat di perlukan  untuk pembenihan lahan sempit tebar padat agar oksigen dalam air cukup.
BUDIDAYA BENIH LELE MODAL MINI, HASIL MAXI
Diiringi tekad yang kuat jangan kuatir jika anda hanya memiliki modal yang pas2an, gemar belajar, gemar anjangsana, benchmarking menjadi modal tertinggi bagi calon pem benih.
Harus diingat,benih lele dialam liar yang tidak ada perlakuan khusus, banyak memiliki musuh (predator) dan kualitas air yang tdk memadai saja bisa memijah apalagi memlalui berbagai teknik bantuan hingga produksi benih lele bisa maksimal. Apalagi saat banyak dilakukan pelatihan yang diselenggarakan berbagai pihak tentang berbagai teknik budidaya lele.
HEMAT FASILITAS PRODUKSI
Fasilitas produksi, menyediakan sarana dan prasarana produksi atau hendak memperluas skala produksi modalnya tidak besar, selain penyediaan induk dan kolam tidak ada lagi modal besar yang dikeluarkan. Bangunan atap pembenih (Hatchery) bisa dibuat dari paranet, terpal maupun plastik.
Fasilitas di segmen pem benih an bisa menggunakan bahan yang murah, bisa dibuat sendiri atau dibuat dari rongsokan barang bekas. Kemauan yang kuatlah kunci sukses bagi yang ingin terjun di segmen pem benih an.
HEMAT PAKAN
Jika kita memiliki 20 indukan ikan lele bahkan kita bisa tidak mengeluarkan biaya pakan apapun. Kebaikan alam telah menyediakan pakan indukan seperti bekicot, limbah ikan yang bisa diminta kepada penjual ikan segar dipasar tradisional. Kita bisa membuat pakan alternatif sehingga memghemat biaya pakan
HEMAT WAKTU
Aktifitas pem benih an amat singkat sehingga hemat waktu dan perpuratan uang jadi cepat dan kita tidak terimbas oleh fluktuasi nilai mata uang yang bergerak dengan cepat. Segmen benih kita bisa menjual hasil produksi terserah kita. Kita sudah bisa menjual benih lele  dihari ke-7, 15, 21, 25 dan setrusnya.
Semakin lama benih umurnya tentu semakin mahal namun dibutuhkan luas lahan lebih banyak lagi. Jika benih lele dijual pada umur yang muda untungnya kita bisa memijahkan kembali dan cepat dendapatkan uang.
PASAR BENIH LELE TERBUKA LEBAR
 Peningkatan permintaan lele ditingkat konsumsi dipicu kesadaran masyarakat, harga yang murah dan tidak terlepas kampanye dari program Gemar makan Ikan (GMI).
Sebagai contoh,. Boyolali yang dikenal dengan kota lele tidak mampu memenuhi breeder di Jogja.
Dimusim ‘langka benih’ bagi para breeder profesional adalah musim meraup untung besar. Disaat para peternak tidak mampu memijahkan indukan, bagi yang sudah ahli ‘bargaining position’ mereka jadi meningkat dan harga menjadi tinggi.
JUAL BELI BENIH LELE
Mata rantai perniagaan benih lele jelas, system pembayaran berlaku cash and carry, ada uang ada barang. Hanya yang membedakan adalah harga.
Seperti NTT  Sumbawa,tambolaka,waingapu,ende dan kupang ,Sulawesi makasasar,palu,kendari,manado,gorontalo dan luwuk, kalimantan balikpapan,palangkaraya,sampit,sintang,ketapang,banjarmasin,tarakan dan pontianak dan juga di kepulaun riau antaranya Batam sedangkan untuk indonesia timur benih lele yang di supli adalah sorong manokwari jayapuraa dan timika daerah daerah tersebut adalah daerah ‘benih mahal’ dan disukai  oleh pem benih di pulau jawa karena harga bisa mencapai empat kali lipat.
Dari mata rantai budidaya disegmen pem benih an ini juga menghidupkan roda perekonomian karena banyak menciptakan lapangan kerja didalamnya seperti :
Pem benih lele
Pengepul benih lelel
Pelaku Transportasi
Kebutuhan pelet starter, vitamin, antibiotik dan probiotik
Pencari pakan cacing sutra
Peralatan-peralatan yang dibutuhkan pem benih

TRIK MENJUAL BENIH LELE
Profesional adalah sikap yang harus dijunjung tinggi bagi pelaku penjual benih. Jaminan kualitas harus dikedepankan. Kualitas benih adalah produk yang membuat konsumen percaya. Permintaan konsumen harus memenuhi syarat seperti : ukuran, strain benih, jumlah, harga hingga ketepatan waktu kirim dan kesinambungan benih.
Permintaan yang tinggi tidak menjamin kita akan sukses berbisnis benih lele baik bagi pemijah, pengumpul larva dan pengepul. Pelaku segmen ini harus menguasai teknologi air, pemberian pakan dan managemen transportasi.
Kegagalan pembenih serng terjadi dikarenakan faktor non teknis atau melanggar etika bisnis dalam tata-niaga benih lele seperti :
Pem benih tidak jujur dalam memberi informasi riwayat/histori benih yang diminta oleh konsumen
Adakalanya pem benih jumlah benih yang diorder tidak sesuai dengan permintaan
Pem benih tidak mendalami managemen transportasi sehingga sering terjadi benih sudah stress saat sam pai dilokasi kolam pemesan
Pem benih menerapkan standar tinggi pada harga benih
Pem benih enggan berbagi rezeki dengan misalnya pengepul.

BUDIDAYA KUSUS BENIH LELE
Pem benih an termasuk mudah untuk dipelajari. Jika sudah bisa membedakan mana indukan yang dipijahkan secara alami atau indukan yang hanya bisa dipijahkan secara buatan maka memilih usaha pem benih an merupakan pilihan yang tepat. Banyaknya pelatihan-pelatihan, buku-buku dan dan para ahli membuat kita bisa cepat belajar.
Namun, bukan berarti tidak ada kelemahan pada cara budidaya benih lele ini, tetap ada kendala dan kesulitan yang akan kita hadapi. Karena kondisi lingkungan yang berbeda belum tentu keberhasilan yang kita dapat akan sama. Contohnya ketersediaan air alami dan intensitas cahaya matahari yang menyinari kolam, Oleh karena itu kita sesuaikan dengan kemampuan kita dan jika bisa kita mungkin akan menemukan cara yang berbeda sehingga kelemahan dan kendala yang kita hadapi dapat kita minimalisir. Banyak – banyaklah belajar dan bertanya pada pakar maupun peternak benih lele yang sudah berpengalaman sebelumnya. Tidak ada salahnya kita mengikuti seminar yang biasanya diadakan oleh dinas setempat. Karena bisnis benih lele ini tidak akan ada habisnya, masih banyak peternak yang kesulitan memenuhi permintaan pasar ikan  benih lele yang membludak .
Semoga bermanfaat

memanfaatkan kotoran sapi sebagai alternatif pakan ikan


Dalam budidaya ikan air tawar kita sering dihadapkan pada suatu persoalan yang lumayan  rumit, bukanlah masalah teknis ,tapi justru pada bagian proses produksi  itu sendiri,salah satu hambatan yang sering kita temui dan menjadi keluhan adalah soal pakan,pakan pabrikan pelet yang hanya selisih sedikit dengan harga nilai jual ikan di tingkat petani,bahkan banyak yang menilai budidaya ikan  untuk pembesaran  sangat sedikit untungnya bahkan bisa bisa merugi,pakan alternatif adalah jalan agar produksi pakan ikan dapat di tekan, untuk menekan biaya produksi tidak ada salahnya para pembudidaya memanfaatkan limbah kotoran sapi.
Kotoran sapi Tidak hanya dapat diolah menjadi bio gas, kotoran sapi juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ikan, Dengan menggunakan bahan baku kotoran sapi, yang kemudian dicampur dengan kulit padi (sekam) dan serbuk kayu, Bahkan, menggunakan pakan berbahan kotoran sapi ini membuat kondisi ikan lebih sehat dan lebih besar dibanding ikan yang dihasilkan menggunakan pakan pabrikan.

Pakan berbahan kotoran sapi ini bisa dikonsumsi untuk semua jenis ikan, seperti lele, patin,bandeng dan lainnya. Ikan  lebih berkembang dan lebih sehat karena setelah kotoran sapi tersebut dicampur dan diaduk dengan bahan lainnya sepertikotoran sapi 60% ,bekatul 30% dan tetes tebu atau ampas kelapa 10%,semua bahan tersebut di campur dan  dikeringkan terlebih dahulu, kemudian diolah dan dicampur lagi dengan tepung ikan yang mengandung kalsium, karbon (penyerap racun), silikat (pertumbuhan tulang), nitrogen (sirkulasi udara), dan tetes tebu atau ampas kelapa. Setelah menjadi adonan,selanjutnya dicetak bulat-bulat kecil seperti pakan ikan lainnya yang dihasilkan oleh pabrikan.
Pelet Ikan dari Kotoran Sapi?
Memang gagasan yang sudah dioperasionalkan tersebut memberikan berbagai manfaat atau memiliki beberapa kelebihan. Dan gagasan ini bisa menarik, karena saat ini berbagai pihak yang terkait dengan akuakultur ,Keberhasilan menekan harga pakan merupakan komponen biaya produksi terbesar
 peneliti, akademisi, pengusaha, maupun pembudidaya ikan, sedang getol mencari solusi untuk memperoleh pakan alternatif yang harganya lebih murah, agar dapat mendatangkan untung bagi para pelaku usaha, maupun berdayasaing di dunia internasional.
pelet ikan di pasaran yang biasanya Rp 8.000 sampai Rp 10.000 per kg, menjadi terlalu mahal bila dibandingkan dengan pelet ikan dari kotoran ternak yang bisa dipasarkan dengan harga Rp 3.000 atau Rp 4.000 per kg. Dalam kondisi kering, kadar proteinnya adalah 10,11 persen. Dijelaskan pula bahwa pada uji coba budidaya lele yang di lakukan, dengan pelet biasa, masa panen memerlukan 3sampai 4bulan, sedangkan dengan pelet kotoran sapi , ikan bisa dipanen lebih cepat, yakni sekitar 2bulan.
Untuk menghilangkan bau tidak sedap, ditambahkan dalam proses produksinya sebuah cairan organik, atau cairan probiotik. Sayangnnya kita semua belum dapat mempertimbangkan efek negatif yang bisa timbul, dan bahkan bisa fatal terhadap kelangsungan kegiatan budidaya perikanan. Yang disampaikan hanyalah faktor  ekonomi mikro, tanpa melihat dampak ekonomi makro, maupun ekses psycho-sosialnya. Penggunaan kotoran ternak untuk bahan pakan ikan ini bisa memberikan dampak negatif bagi pasar ikan domestik maupun luar negeri.

Pemberian pakan ikan dengan kotoran sapi yang di olah menjadi pelet memang belum di rekomendasikan secara kusus namun sebagai informasi bahwa sudah ada petani ikan yang melakukannya.
Tentunya kita semua bermaksud  dapat meningkatkan kesejahteraan nelayan dan pembudidaya ikan, juga sekaligus mendukung ketahanan pangan (food security). Apalagi ikan dikenal sebagai sumber protein yang positif
Terkait dengan pencitraan ikan penggunaan kotoran ternak sebagai pakan ikan, bisa merupakan “pembenaran” bahwa ikan merupakan hidangan yang menjijikkan, karena suka memakan kotoran. Hal inilah yang saat ini sedang banyak diupayakan untuk dihapus dari opini masyarakat.

Namun ada cara lain untuk Memanfaatkan kotoran sapi yang lebih efektif  hal ini dengan cara di fermentasikan dahulu untuk menumbuhkan pakan alami berupa cacing
Cara FERMENTASI LIMBAH TERNAK SEBAGAI PAKAN ALTERNATIF LELE :
Proses fermentasi dilakukan berguna untuk :
Menyatukan semua unsur biomassa menjadi satu kesatuan.
Mempercepat kulturisasi bakteri positif
Meningkatkan kandungan protein secara signifikan
Bahan fermentasi terdiri dari 2 (dua) bagian :
A.      Bahan Starter/utama    
 1.       Kotoran sapi
 2.      Biocatfish
B.      Bahan Buffer/penyangga 
1.       Limbah kulit  buah
2.       Limbah sayur
3.       Ampas kelapa

Fungsi dan kinerja
Kotoran sapi          :         Yang akan ditingkatkan kandungan proteinnya.
 Biocatfish              :         Penumbuh Bakteri Positif
  Limbah kulit buah/ sayur
Diamkan selama 3hari,     Setelah tiga hari akan mengalami pembusukan dan akan terurai dan menjadi pakan cacing tanah
Ampas Kelapa       :         Kandungan lemak ampas
kelapa akan mempercepat proses pembesaran pada lele

Cara fermentasi kotoran sapi:  (sampel rasio limbah sapi 100kg)
Lama fermentasi                                  :     1 bulan
Limbah sapi                                       :     100 kg
Limbah ayam                                      :      100 kg
Ampas tahu                              :     10 kg
Ampas kelapa                                     :     1  kg
Kulit buah (nenas, semangka dll)         :     1  kg
Limbah sayur (semua sayur)      :     1  kg
Molase                                               :      2 liter (penumbuh mikroba)
Biocatfish (fermentor)                         :     100ml


Cara pemberian :
Bahan bahan diatas cukup ditaburkan dipermukaan limbah sapi, biocatfish cukup dicipratkan merata.

Media/tempat
Taruh semua bahan di wadah tertutup agar terhindar dari intensitas matahari langsung dan terhindar dari air hujan. Upayakan media tetap lembab, tidak kering  dan air tidak menggenang (kami menggunakan terpal sebagai atap).
Cara diatas adalah  agar cacing tanah tumbuh sempurna. Cacing adalah pakan semua jenis ikan yang terbaik dengan kandungan protein 60%, setelah satu bulan berikan limbah sapi hasil fermentasi tersebut pada ikan, proses fermentasi 1 bulan akan menumbuhkan jutaan cacing dan larva cacing yang sangat berguna.
Anda tahu sekarang bahkan mungkin bertanya bukankah ini panduan  beternak cacing lumbricuus, anda benar, pemaparan yang sesungguhnya diatas adalah teknik/cara beternak cacing tanah, dan bukankah kita tahu jika cacing memiliki kandungan protein 60% jauh diatas kebutuhan protein bagi lele.

MANFAAT PENGGUNAAN PAKAN ALAMI UNTUK IKAN
Penggunaan pakan alami untuk budidaya ikan memang banyak yang mempertimbangkan untuk membuat dan mengaplikasikannya, terlebih hal ini banyak bermanfaat bagi ikan yang masih dalam pertumbuhan (burayak), berikut adalah keunggulan pakan alami dibanding buatan :

1. Tidak Menurunkan Mutu Air
Hal semacam ini berlaku terlebih utk type pakan alami hidup di karenakan tidak sama dng pakan buatan yg dapat mengedap di basic perairan. Pakan buatan yg tersisa dapat terurai jadi Amonia, Nitrit, Nitrat serta lain lain. Sistem Penguraian itu memerlukan Oksigen hingga kandungan Oksigen di perairan dapat alami penurunan. Amonia yg dihasilkan yaitu senyawa yg karakternya racun utk ikan.
2. Tidak Mudah Rusak
Pakan alami yg berupa organism hidup relatif lebih tahan lama serta gampang rusak dng sarat dipeluhara bukan hanya dlm lingkungan yg cocok dng habitat aslinya.
3. Gampang Dicerna Ikan
Pakan alami gampang di cerna dlm saluran pencernaan ikan serta gampang di serap oleh usus halus ikan.4. Cepat Berkembang BiakPakan alami amat cepat berkembang biak di lingkungan yg kaya bahan organik. Baiknya perubahan pakan alami ini juga diawasi agar tak terlepas control.
Penggunaan pakan alami memang banyak keunggulannya, namun disisi lain ketika menggunakan pakan alami, budidaya ikan akan lebih menguras tenaga dan pikiran karena lebih mudah ketika kita menggunakan pakan buatan.
Kotoran sapi bisa didapatkan dari para peternak sapi yang ada di sekitar anda. Dan jangan khawatir bakteri yang ada di kotoran sapi sudah tidak berbahaya bagi  kita karena sudah melalui proses fermentasi. Jadi sekarang kita bisa dengan mudah berbudidaya ikan lele  nila gurami ikan mas ikan patin ikan koan ikan bawal sertaikan bandeng ,dengan pakan murah tetapi hasilnya tidak murahan. Dan bisa menggunakan pakan organik dari bahan yang biasa saja tetapi hasilnya luar biasa.
Namun, bukan berarti tidak ada kelemahan pada cara organik ini, tetap ada kendala dan kesulitan yang akan kita hadapi. Karena kondisi lingkungan yang berbeda belum tentu keberhasilan yang kita dapat akan sama. Contohnya ketersediaan air alami dan intensitas cahaya matahari yang menyinari kolam. Oleh karena itu kita sesuaikan dengan kemampuan kita dan jika bisa kita mungkin akan menemukan cara yang berbeda sehingga kelemahan dan kendala yang kita hadapi dapat kita minimalisir. Banyak – banyaklah belajar dan bertanya pada pakar maupun peternak lele yang sudah berpengalaman sebelumnya. Tidak ada salahnya kita mengikuti seminar yang biasanya diadakan oleh dinas setempat. Karena bisnis ikan lele ini tidak akan ada habisnya, masih banyak peternak yang kesulitan memenuhi permintaan pasar ikan lele yang membludak .
Semoga bermanfaat